Beranda > Islam > Menyingkap Aqidah Rububiyah – Uluhiyah Wahhaby

Menyingkap Aqidah Rububiyah – Uluhiyah Wahhaby


 

Berikut adalah sebagian daripada terjemahan dari Fatwa yang telah dikeluarkan oleh Pusat Fatwa Mesir berkaitan kesesatan Pembagian Tauhid ala Taymiyyah dan Wahhabiyyah. Oleh kerana sumber fatwanya yang asli agak panjang maka kami pilih yang inti-intinya saja.


TERJEMAHAN:

“Dan pembagian Tauhid kepada Uluhiyyah dan Rububiyyah adalah terhadap pembagian yang baru yang tidak datang kepada generasi Salafus Soleh. Dan orang pertama yang mempeloporinya – mengikut pendapat yang masyhur – ialah Sheikh Ibnu Taymiyyah (semoga Allah merahmati beliau).

Melainkan beliau membawanya kepada had yang melampau sehingga menyangka bahwa Tauhid Rububiyyah semata-mata tidak cukup untuk beriman, dan bahwa sesungguhnya golongan Musyrikin itu bertauhid dengan Tauhid Rububiyyah dan sesungguhnya kebanyakan dari golongan umat Islam pada Mutakallimin (ulama’ tauhid yang menggabungkan naqli dan aqli) dan selain daripada mereka hanyalah bertauhid dengan Tauhid Rububiyyah dan mengabaikan Tauhid Uluhiyyah.

Dan pendapat yang menyatakan bahwa sesungguhnya Tauhid Rububiyyah saja tidak cukup untuk menentukan keimanan adalah pendapat yang bid’ah dan bertentangan dengan ijma’ umat Islam sebelum Ibnu Taymiyyah.

Dan pemikiran-pemikiran takfir ini sebenarnya bersembunyi dengan pendapat-pendapat yang sesat, dan menjadikannya sebagai jalan untuk menuduh umat Islam dengan syirik dan kufur dengan menyandarkan setiap pemahaman yang salah ini kepada Sheikh Ibnu Taymiyyah (semoga Allah merahmatinya) adalah tiada lain sebuah tipu daya dan usaha menakutkan yang dijalankan oleh pendukung-pendukung pendapat luar (yang bukan dari Islam ) untuk memburuk-burukkan kehormatan umat Islam.

Dan inilah sebenarnya hakikat dari mazhab golongan Khawarij dan telah banyak nas-nas Syariat menyuruh agar kita berhati-hati dan tidak terjebak ke dalam kebathilannya.”

Pembahasan :

1. Syirik dan Tauhid (Iman) tidak mungkin bersatu. Hal ini adalah 2 perkara yang berlawanan seperti siang dengan malam. “Tidak boleh berkumpul antara iman dan kikir di dalam hati orang yang beriman selama-lamanya” [HR Ibn Adiy].

lihatlah : iman dan bakhil saja tidak akan bercampur! apalagi iman dengan KUfur!!!! TIDAK ADA SEBUTAN UMMAT BERTAUHID BAGI YANG TAUHIDNYA BERCAMPUR DGN KUFUR, YANG ADA ADALAH “MUSYRIK” SECARA MUTLAK!

2. Orang kafir di nash kafir tidak layak disebut bertauhid (dengan tauhid apapun) bahkan orang yang telah masuk islam tapi melakukan perbuatan yang membuat mereka kufur, itupun tak layak mendapat sebutan bertauhid dan di nash sebagai KAFIR SECARA MUTLAK!

Dalil Kufur Fi’li: Maknanya: “Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan…” (Q.S. Fushshilat: 37).

Dalil Kufur Qauli: Maknanya: “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka katakan) tentulah mereka akan menjawab sesungguhnya kami hanyalah bersendagurau dan bermain-main saja. Katakanlah apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu berolok-olok , tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman …” (Q.S. at-Tubah 65-66).

Maknanya: “Mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka telah mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kufur dan menjadi kafir sesudah mereka sebelumnya muslim …” (Q.S. at-Taubah: 74)

3. Iman itu yakin sepenuhnya dalam hati, diucapkan dgn lisan dan diamalkan dengan lisan. Orang hanya ucapannya saja itu tak layak disebut beriman/bertauhid!.

Maknanya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu…” (Q.S. al Hujurat: 15).

4. Tidak ada pembagaian Tauhid rububiyah dan uluhiyah. Tauhid uluhiyah ialah tauhid rububiyah dan tidak bisa dipisah.

Dari abu dzar ra. berkata, rasulullah saw bersabda : “Tidaklah seorang hamba Allah yang mengucapkan Laa ilaha illallah kemudian mati dengan kalimat itu melainkan ia pasti masuk sorga”, saya berkata : “walaupun ia berzina dan mencuri?”, Beliau menjawab :” walaupun ia berzina dan mencuri”, saya berkata lagi : “walaupun ia berzina dan mencuri?” Beliau menjawab :” walaupun ia berzina dan mencuri, walaupun abu dzar tidak suka” (HR imam bukhary, bab pakaian putih, Hadis no. 5827). Lihat ratusan hadis ttg kalimat tauhid laa ilaha illah dalam kutubushitah!

Kalimat “laailaha illalllah” mencakup rububiyah dan uluhiyah, kalau saja uluhiayah tak mencukupi, maka syahadat ditambah : “laa ilaha wa rabba illallah” tapi nyatanya begitu!!.

hadis tentang pertanyaan malaikat munkar nakir di kubur : “Man rabbuka?”
kalaulah tauhid rububiyah tak mencukupi, pastilah akan ditanya : Man rabbuka wa ilahauka?, tapi nyatanya tidak!!.

5. WAHABY MENGGELARI ORANG YANG DI NASH KAFIR SECARA MUTLAK OLEH ALLAH DAN RASUL-NYA DENGAN GELAR “UMAT BERTAUHID RUBUBIYAH”

– orang kafir tetap di sebut kafir secara mutlak, tak ada satupun gelaran “tauhid” bagi mereka! lihat QS. Az Zukhruf ayat 88.

86. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa’at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa’at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya)1368.

87.Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?,88.dan (Allah mengetabui) ucapan Muhammad: “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman (tidak bertauhid DI NASH KAFIR SECARA MUTLAK!!)”.

89.Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: “Salam (selamat tinggal).” Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk).

(QS. Az Zukhruf : 86-89)

Orang kafir menurut tauhid rububiyah wahaby sendiri tidak yakin 100% kerububiyahan Allah
MEREKA MASIH MENYAKINI BERHALA-BERHALA BISA MEMBERI MANFAAT!!! Mereka telah di nash kafir atau tidak ada iman oleh Allah dan rasulnya!, tak ada satupun gelaran “tauhid” bagi mereka! lihat QS. Az Zukhruf ayat 88.

Sedangkan “seorang kafir tidak mungkin muslim apalagi mu’min (beriman/bertauhid)“
dan “seorang mu’min itu pasti muslim, tetapi seorang muslim belum tentu mu’min” sesuai dengan firman Allah :“Surat alHujurat : 14

Jadi , muslim = orang islam (secara hukum) sudah syhadatain munafiq = muslim (secara hukum) yang bukan mu’min, dhahirnya muslim tapi aqidahnya belum betul.

mu’min = orang yang iman betul dan kuat dan pasti muslim kafir = bukan bukan muslim apalagi mu’min

‘Orang-orang Arab Badui berkata, “kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka), “kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘kami telah tunduk (Islam),’ karena iman belum masuk ke dalam hatimu … ”


kenapa wahaby menghukumi orang kafir sebagai “umat bertauhid/beriman rububiyah”????

Kesimpulan (silahkan rujuk pusat fatwa al-azhar mesir):


orang Wahabi mengatakan : orang kafir mengakui adanya Allah tetapi mereka menyembah selain Allah. Jadi, kata mereka, ada orang yang mengakui adanya Tuhan tetapi menyembah selain Tuhan adalah bertauhid Rububiyah iaitu Tauhidnya orang yang mempersekutukan Allah. Adapun Tauhid Uluhiyah ialah tauhid yang sebenar-benarnya iaitu mengesakan Tuhan sehingga tidak ada yang disembah selain Allah.

Demikian pengajian Wahabi.Pengajian seperti ini tidak pernah ada sejak dahulu. hairan kita melihat falsafahnya. Orang kafir yang mempersekutukan Tuhan digelar kaum Tauhid. Adakah Sahabat-sahabat Nabi menamakan orang musyrik sebagai ummat Tauhid? Tidak!

Syirik dan Tauhid tidak mungkin bersatu. Hal ini adalah 2 perkara yang berlawanan bagai siang dengan malam. Mungkinkah bersatu siang dengan malam serentak?Begitulah juga tidak adanya syirik dan tauhid bersatu dalam diri seseorang. Sama ada dia Tauhid atau Musyrik. Tidak ada kedua-duanya sekali. Jelas ini adalah ajaran sesat dan bidaah yang dipelopori oleh puak Wahabi & kini telah merebak ke dalam pengajian Islam terutamanya di Timur Tengah. Kaum Wahabi yang sesat ini menciptakan pengajian baru dengan maksud untuk menggolongkan manusia yang datang menziarahi makam Nabi di Madinah, bertawasul dan amalan Ahlussunnah wal Jamaah yang lain sebagai orang “kafir” yang bertauhid Rububiyah dan yang mengikuti mereka saja adalah tergolong dalam Tauhid Uluhiyah.

Teks aslinya berbahasa Arab, silalah merujuk ke:

http://www.dar-alifta.org/ViewFatwa.aspx?ID=6623

 

  1. 3 November 2010 pukul 06:01

    Gk jelas…mksudnya apaan

  2. abu salsabila
    4 Desember 2011 pukul 03:36

    yang bikin artikel ini ga mengenal wahabi… artikelnya cuma mengira-ngira ga ada sumber yang jelas… sebaiknya ente bikin artikel yang ilmiah. cuma mengemukakan emosi lantaran kelompok ente dikatain ahlul bid’ah… setau ane orang salafy (org2 bilang wahabi) menuduh kelompok ente (ahlul bid’ah) sesuai dengan dalil2 dari alquran dan as-sunnah artinya mereka sangat ilmiah. dan belum ada bantahan dari para ahlul bid’ah yang membantah secara ilmiah… kebanyakan membantah secara akal dan hawa nafsu mereka

    • Ibnu Hajar
      23 Februari 2012 pukul 03:41

      Kalau dibaca pake hawa nafsu memang ga jelas maksudnya

  3. 30 Desember 2011 pukul 02:27

    assalamu’alaikum…
    betul… penjelasannya kurang memadai dan terlalu muter-muter sehingga terasa dipaksakan…

    • elfath
      16 Agustus 2012 pukul 07:13

      tidak muter-muter jika ditelaah dengan jernih..

  4. 30 Desember 2011 pukul 02:28

    tolong lebih argumentatif dan ilmiah
    terima kasih….

  5. 5 Januari 2012 pukul 13:52

    Tauhid Rububiyah di ambil dari perkataan Rabb. Seperti yang kita sebut Rabbana, Rabbi dan Rabbuka. Tauhid Uluhiyah pula dari perkataan ilah seperti dalam la ilahailla llah (dua kalimah sahadah). Dalam Surah An-Nas (surah paling akhir dalam Quran) disebut asing-asing: Rabbinnaas, Malikinnaas, ilahinaas. Ini menjelaskan perbezaan makna yang agak ketara antara Rabb(tuhan) dan Ilah(sembahan). Dalam bahasa melayu kita sering menterjemahkan keduanya kepada “tuhan” sahaja. Bolehtak kita masuk islam dengan hanya menyebut La rabb illallah & Muhammadar rasulullah?

    Iblis bertauhid rububiyyah kerana dia sendiri pernah ada di kalangan malaikat-malaikat. Sangat banyak, hebat dan sangat lama dia menyembah dan beribadat kepada Allah swt (Tanda tauhid Rububiyyahnya kepada Allah). Sehingga mengikutkan ceritanya dia sudah seakan-akan jadi ketua bagi malaikat. Tapi adakah cukup setakat itu sahaja? Cerita ini sangat penting sehingga berkali-kali cerita ini disebut di dalam Al-Qur’an.

    Bila Allah menyuruhnya sujud kepada Adam, iblis membantah (Inikah kah ertinya penyembahan dan ibadat yang telah dilakukan iblis sekian lama?) Bila iblis mengatakan yang dia tidak sepatutnya sujud kepada Adam kerana kelebihan kejadiannya di atas kejadian Adam (Walaupun itu adalah terang-terang arahan dari Allah swt) maknanya dia telah menafikan tauhid Uluhiyyahnya kepada Allah swt. Dan anda tahu seterusnya.

    Saya bukanlah ustaz. Tapi sebab ianya adalah bersangkutan dengan kalimah sahadah yang saya terpaksa junjung dengan seluruh kewujudan maka saya perlu ambil serius tentang kefahamannya. Islam adalah ugama ilmu dan bukannya ugama warisan keturunan.

    • elfath
      16 Agustus 2012 pukul 07:19

      dengan tanpa merendahkan pendapat ulama, memang terasa pembagian tersebut agak dipaksakan (kalau tidak boleh dikatakan hanya penjustifikasian kepada orang-orang yang ‘dituju’). Adapun sikap iblis sebagaimana diceritakan, itu kan pembangkanan sikap. Iblis memang yakin dan mengakuiNya, tetapi ia tidak mematuhi perintahNya. Jadi tidak perlu melakukan pembagian tauhid, pun iblis tetap rendah… gitu aja repot..
      hal itu seperti orang yang meyakini bahwa korupsi tidak boleh, tetapi ia tetap korupsi…

    • elfath
      16 Agustus 2012 pukul 07:20

      cuma permasalahannya terletak pada jenis pembangkangannya saja.. yang menyebabkan terlaknat ‘kholidina fiha abada’ atau tidak… wallahu a’lam

  6. Ibnu Hajar
    23 Februari 2012 pukul 03:38

    klo ditelaah secara mendalam, kajian artikelnya cukup jelas…

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: