Beranda > Tak Berkategori > Kutipan da’wah habib umar bin hafidh mengenai sejarah terbentuknya cabang2 dalam ilmu islam

Kutipan da’wah habib umar bin hafidh mengenai sejarah terbentuknya cabang2 dalam ilmu islam


Dalam sebuah kajian di kota SOLO, jawa tengah, Habib umar bin muhammad bin salim bin hafidh, telah menjelaskan sejarah terbentuknye cabang2 mazhab dan tariqah dalam ilmu islam
berikut saduran ceramah ilmiah beliau :

Pertama tama kita harus mengetahui bahwa wahyu yg di turunkan allah SWT kepada nabi Muhammad SAW berisi hukum2 yg berhubungan dgn permasalahan hati: bagaimana kondisi hatinya thdp ALLAh di saat dia beramal.

Ayat2 yg membahas perbuatan anggota tubuh melahirkan beberapa mazhab ( syafi’i,maliki,hanafi,dan hambali ) dalam ilmu fiqih. Sedangkan ayat2 yg membahas berbagai permasalahan hati serta metode penyucian hati melahirkan sejumlah thariqah dalam tasawuf

Sebenarna dalil atau landasan pendirian madzhab dan tariqah tersebut sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Pada saat itu, para sahabat menerima seruan dakwah Rasulullah SAW dgn hati yg suci dari gejolak nafsu, bersih dari berbagai keinginan duniawi, serta kosong dari tujuan yg tidak benar dan berbagai sifat tercela

Setiap saat mereka berusaha memperkuat pondasi tauhid yg terdapat dalam hatinya dengan mengerjakan berbagai ibadah solat,doa, dan berbagai amal saleh lainnya yg di ajarkan oleh Rasulullah SAW, Kita pun menyaksikan bagaimana mereka berijtihad di hadapan RASULULLAH tentang sebuah persoalan dan Rasul membenarkan kedua ijitihad tersebut.

Kita juga melihat, ada sahabat yg menjadikan puasa sunah sebagai ibadah pokoknya, ada pula yg menjadikan solat malam sebagai ibadah pokoknya, dan ada pula yg berlama lama ketika sujud dgn memperbanyak doa diajarkan Rasulullah SAW di berbagai kesempatan sebagai ibadah pokoknya. Kondisi2 semacam inilah yg menjadi landasan munculnya madzhab(syafi’i, maliki, hanafi, dan hambali ) dan tariqah dalam tasawuf.

Setelah agama Allah (islam) tersebar luas di bumi Allah SWT sebagaimana telah di janjikan Rasulullah SAw, maka tersebar pula ilmu2 fiqih yg menjelaskan berbagai hukum dhohir dan ilmu2 tasawuf yg menjelaskan metode mengolah hati menjadi ihsan, yaitu senantiasa memperhatikan bagaimana hubungan hati dengan Allah yg maha penyayang dan maha mulia. Dalam kondisi semacam ini di tengah2 masyarakat tumbuh berbagai madzhab dan thariqah tersebut.

Kategori:Tak Berkategori Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: