Beranda > Tak Berkategori > Memuliakan Rasulullah SAW

Memuliakan Rasulullah SAW


idolaRasa mahabbah terhadap Rasulullah SAW adalah masalah yang sangat prinsipiil. Mengapa begitu? Ya, karena iman kita tidak akan ada artinya bila belum menempatkan Rasulullah SAW sebagai orang yang paling dicintai dan disayangi. Sebab Rasulullah adalah penunjuk ke jalan yang benar dan penegak keadilan. Tanpa terutusnya beliau kita akan sesat dan tidak akan bisa selamat.Karena teramat prinsipilnya rasa mahabbah tersebut, maka wajarlah bila orang yang memilikinya akan mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT.


Pernah suatu saat ada seorang Badui datang dari dusun pedalaman dengan pakaian yang compang-camping, kancing baju terlepas, rambut tanpa terjamah sisir, dan kaki bertelanjang tanpa alas. Di hadapan Rasulullah SAW ia bertanya, “Muhammad, kapan kiamat? Kapan terjadi kiamat?”. Nabi tertegun dibuatnya, ada orang kok menanyakan datangnya kiamat. Lalu Rasulullah SAW bertanya, “Lho, anda datang tanya kiamat, apakah anda telah siap dengan amal yang banyak?”. Lelaki Badui itu menjawab, ” Ya Rasulullah, saya ini orang dusun yang mengenal Islam belum lama, salat belum sempurna, puasa belum sempurna, sedekah -zakat belum, apalagi haji, karena saya orang melarat. Namun begini Rasul, saya cuma bermodalkan satu, yaitu saya senantiasa berangan-angan, melamun, kapan saya dapat bertemu Muhammad Rasulullah SAW. Jadi cuma rasa mahabbah kepada engkau wahai Rasul.” Rasulullah kemudian menyahut,”Engkau akan bersama orang yang engkau cintai”.


Rasa mahabbah kepada Rasulullah merupakan salah satu syafaat nyata. Tak ada kecualinya bagi Abu Lahab, dia adalah orang kafir yang sangat memusuhi Rasulullah, sehingga disebut, diolok-olok dan dicaci maki namanya dalam Al Quran yang dibaca oleh umat Islam seluruh dunia sebagai ibadah yang besar sekali pahalanya. Namun dengan hanya sedikit bukti rasa mahabbah dan gembira atas kelahiran Rasulullah, yaitu waktu mendengar Rasulullah lahir, dia gembira dan berjingkrak-jingkrak, sampai-sampai Ummu ‘Aiman yang membawa berita kelahiran mendapat anugerah dimerdekakan. Hanya karena sedikit rasa mahabbah itulah, Abu Lahab dikeluarkan dari siksa neraka pada setiap hari Senin, hari kelahiran Rasul SAW, semacam liburan dari siksa.Cukupkah orang yang mengaku cinta, apalagi cinta kepada Rasulullah SAW hanya mengatakan, “AKU CINTA PADAMU”. Oleh karena itu, sangatlah Picik bila ada orang yang memuliakan Rasulullah SAW dinilai sebagai kultus individu. Muhammad SAW wajib kita agungkan, kita muliakan, kita puji karena beliau adalah manusia sempurna, kekasih Allah SAW, menyelamat manusia di akhirat kelak serta pemberi syafaat manusia yang hendak masuk surga.

Allah SWT dan para malaikat pun memuliakan Rasulullah dengan bersalawat, apalagi kita manusia yang penuh hina dan dosa. “Memuliakan itu wajib. Bahkan kita itu harus cinta kepada beliau. Yang dilarang itu menuhankan Muhammad. Kita harus sadar Muhammad SAW itu manusia. Tuhan kita itu ya Allah SWT,” “Kita tidak mungkin mencintai Allah tanpa mencintai Rasulullah. Kita tidak mungkin mencintai Rasulullah jika tidak memiliki ilmu agama yang cukup.”

Kategori:Tak Berkategori
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: